Agustus 13, 2026 | hQjsa

Pop, Makeup, Identity: Membaca Tren Beauty Lewat Dua Lipa & Charli XCX

Pop, Makeup, Identity: Membaca Tren Beauty Lewat Dua Lipa & Charli XCX | Musik pop tidak hanya membentuk selera terhadap lagu, busana, dan gaya hidup. Dunia pop juga memiliki pengaruh besar terhadap cara publik melihat kecantikan. Dari panggung konser hingga media sosial, penampilan seorang musisi dapat menjadi referensi bagi jutaan penggemarnya.

tren-beauty-dua-lipa-charli-xcx

Dua nama yang menarik untuk dibaca dalam konteks ini adalah Dua Lipa dan Charli XCX. Keduanya memiliki karakter musik dan visual yang berbeda, tetapi sama-sama menunjukkan bagaimana makeup dapat menjadi bagian dari identitas, bukan sekadar pelengkap penampilan.

Melalui gaya keduanya, tren beauty dapat dilihat bukan hanya sebagai persoalan warna lipstik atau teknik riasan, tetapi juga sebagai bentuk ekspresi diri.

Makeup sebagai Bagian dari Identitas Pop

Dalam budaya pop modern, makeup memiliki fungsi yang semakin luas. Riasan dapat membangun karakter, memperkuat citra seorang artis, bahkan menjadi bagian dari narasi sebuah era musik.

Seorang penyanyi dapat mengubah gaya makeup sesuai dengan album, tur, video musik, atau perubahan persona. Karena itu, kecantikan dalam industri pop tidak selalu mengikuti aturan konvensional.

Justru, keberanian bereksperimen sering menjadi bagian penting dari identitas seorang artis.

Dua Lipa dan Charli XCX memberikan dua pendekatan yang menarik terhadap fenomena tersebut.

Dua Lipa: Glamour yang Tetap Modern

Dua Lipa dikenal dengan citra visual yang kuat. Penampilannya sering memadukan elemen glamour dengan sentuhan modern dan edgy.

Dalam makeup, pendekatan tersebut dapat terlihat melalui tampilan kulit yang terawat, mata yang tegas, serta penggunaan warna bibir yang mampu mengubah keseluruhan karakter wajah.

Gaya Dua Lipa menunjukkan bahwa makeup glamour tidak harus selalu terlihat klasik. Elemen seperti eyeliner yang lebih berani, complexion yang bercahaya, atau permainan warna dapat membuat tampilan terasa lebih kontemporer.

Yang menarik, makeup dalam citra Dua Lipa sering berjalan bersama dengan fashion dan styling. Artinya, wajah tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari keseluruhan konsep visual.

Charli XCX dan Estetika yang Lebih Berani

Sementara itu, Charli XCX memiliki pendekatan visual yang lebih eksperimental.

Karakter Charli XCX dalam budaya pop sering dikaitkan dengan keberanian bermain-main dengan estetika, termasuk tampilan yang tidak selalu mengikuti standar kecantikan konvensional.

Hal tersebut membuat makeup dapat berfungsi sebagai alat untuk menciptakan persona.

Riasan yang lebih minimal, tampilan yang sengaja dibuat tidak terlalu sempurna, atau eksplorasi gaya yang lebih berani dapat menyampaikan pesan yang berbeda dibandingkan makeup glamour tradisional.

Di sinilah makeup berubah menjadi bahasa visual.

Dua Pendekatan, Satu Gagasan

Jika dibandingkan, Dua Lipa dan Charli XCX memiliki pendekatan yang berbeda.

Dua Lipa lebih mudah diasosiasikan dengan perpaduan glamour, sensualitas, dan modernitas, sedangkan Charli XCX cenderung menawarkan pendekatan yang lebih eksperimental, playful, dan tidak terlalu terikat pada aturan kecantikan tradisional.

Namun, keduanya memiliki kesamaan penting: makeup digunakan untuk memperkuat identitas.

Mereka menunjukkan bahwa tren beauty tidak selalu berarti mengikuti satu standar tertentu. Sebaliknya, tren dapat menjadi ruang untuk menentukan bagaimana seseorang ingin dilihat.

Dari Panggung ke Media Sosial

Pengaruh artis terhadap tren beauty semakin kuat karena media sosial mempercepat penyebaran estetika.

Satu tampilan makeup dari sebuah konser atau video musik dapat berubah menjadi inspirasi tutorial dalam hitungan jam. Penggemar kemudian mengadaptasinya sesuai dengan wajah, warna kulit, gaya, dan kepribadian masing-masing.

Fenomena ini membuat tren beauty modern menjadi lebih dinamis.

Tren tidak lagi bergerak sepenuhnya dari industri kecantikan kepada konsumen. Penggemar juga ikut menginterpretasikan dan mengembangkan kembali gaya yang mereka lihat dari figur publik.

Beauty Tidak Harus Sempurna

Salah satu perubahan menarik dalam budaya beauty adalah semakin luasnya definisi tentang tampilan yang dianggap menarik.

Makeup tidak selalu harus menghasilkan wajah yang terlihat sempurna. Tekstur kulit dapat tetap terlihat. Warna dapat digunakan secara tidak biasa. Bentuk eyeliner dapat dibuat lebih eksperimental. Bahkan tampilan yang terlihat sederhana dapat menjadi pernyataan gaya.

Pendekatan semacam ini membantu menggeser pandangan bahwa makeup hanya digunakan untuk menutupi kekurangan.

Makeup juga dapat digunakan untuk menonjolkan karakter.

Identitas Lebih Penting daripada Mengikuti Tren

Mengikuti tren memang menyenangkan, tetapi tren beauty akan terasa lebih personal ketika disesuaikan dengan identitas masing-masing.

Gaya Dua Lipa tidak harus ditiru secara keseluruhan. Begitu pula estetika Charli XCX tidak harus diterapkan persis seperti yang terlihat di panggung.

Yang dapat diambil adalah prinsip di baliknya: pilih elemen makeup yang membantu mengekspresikan karakter.

Seseorang dapat mengambil eyeliner dari satu gaya, warna bibir dari gaya lain, kemudian menggabungkannya dengan tampilan yang benar-benar personal.

Musik, Fashion, dan Beauty yang Saling Terhubung

Dalam industri pop, musik, fashion, dan beauty semakin sulit dipisahkan.

Sebuah era musik dapat memiliki warna tertentu. Warna tersebut kemudian muncul pada pakaian, artwork, panggung, hingga makeup. Semua elemen tersebut membangun dunia visual yang membuat sebuah karya lebih mudah dikenali.

Dua Lipa dan Charli XCX memperlihatkan bagaimana identitas seorang musisi dapat dibangun melalui kombinasi berbagai elemen tersebut.

Makeup akhirnya tidak hanya menjadi produk yang digunakan di wajah, tetapi bagian dari storytelling.

Mengapa Tren Ini Relevan?

Membaca tren beauty melalui artis pop membantu kita memahami bahwa kecantikan selalu berkaitan dengan budaya.

Apa yang dianggap menarik dapat berubah seiring perkembangan musik, fashion, teknologi, dan media sosial. Artis memiliki peran dalam perubahan tersebut karena mereka menjadi figur yang memperkenalkan estetika baru kepada audiens yang luas.

Namun, pengaruh tersebut tidak berarti publik harus memiliki penampilan yang sama.

Justru, perkembangan beauty culture menunjukkan semakin banyaknya pilihan untuk bereksperimen.

Pop, makeup, dan identity merupakan tiga hal yang semakin erat dalam budaya populer modern. Melalui Dua Lipa dan Charli XCX, kita dapat melihat dua pendekatan berbeda terhadap beauty: glamour yang modern di satu sisi dan eksperimentasi yang lebih bebas di sisi lain.

Keduanya mengingatkan bahwa makeup bukan hanya tentang mengikuti standar kecantikan. Makeup dapat menjadi cara untuk menunjukkan siapa diri kita, karakter apa yang ingin ditampilkan, dan bagaimana kita ingin berekspresi.

Pada akhirnya, tren beauty yang paling menarik bukanlah tren yang membuat semua orang terlihat sama, melainkan tren yang memberi lebih banyak ruang bagi setiap orang untuk menemukan identitas visualnya sendiri.

Share: Facebook Twitter Linkedin